Sulit untuk mengampunin???
Roma 12:17a
* Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan *
Roma 12:19b
* sebab ada yang tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan *
Roma 12: 10
* Tetapi, jika seterumu lapar. Berilah dia makan; jika ia haus, berilah ia minum!*
Roma 12: 21
* Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkan kejahatan dengan kebaikan!*
Semua yg tertulis diatas membicarakan ttg pengampunan. Kerap begitu kita disakiti, mk satu kata yg cpt muncul dibenak adlh pembalasan. Terkadang kita masih bisa dgn tenang menghadapi musuh, tapi bukan berarti kita diam n memaafkan, melainkan mulai berpikir n menyusun pembalasan yg kalo bisa akan lbh jauh, lbh menyakitkan. Ada rasa puas bila bisa menjatuhkan musuh dihadapan umum. Reaksi lain bila disakitin adalah diam.
Mendiamkannya, menganggapnya tdk pernah ada. Dgn tahan diam n tdk memperhatikannya dlm jangka wkt lama jk tdk dpt membalasnya. Meskipun duduk di depan, menganggapnya tdk ada, tdk pernah bicara, tdk pernah melihat padanya, tdk pernah memperhitungkan keberadaannya. Tampaknya perlakuan ini jauh lbh menyakitkan baginya daripada mencaci maki atau memukulnya. Dgn mencaci maki atau memukul, berarti masih memperhitungkannya. Tapi dgn mendiamkan, telah menghilangkan adanya, pribadinya.
Dlm pergaulan sering terjadi salah paham. Entah pihak mana yg benar n salah. Salah paham bisa berkembang menjadi konflik terbuka. Dari sinilah mulai tumbuh sakit hati n dendam.
Ayat2 diatas mengingatkan ttg sebuah pengampunan. Pembalasan adlh hak Allah. Allah akan adil dlm melakuan tindakanNya, namun Allah sering begitu lama untuk berbuat. Hal ini bisa di temukan dlm mazmur. Pemazmur berkeluh kesah pd Allah mgp Dia membiarkan org jahat berkuasa, sebaliknya pemazmur yg tlh mengikuti jalanNya, dilanda derita. Mgp Allah membiarkan org jahat menindas org yg benar? Melihat musuh dpt bergembira sdg yg merasa benar harus menanggung derita, membuat rasa ingin balas dendam semakin kuat. Tetapi tdk sekalipun ada permohonan kepadaNya untuk kecelakaan seseorang.
Doa ini tidak pantas. Allah melihat apa yg jahat dan baik. Dia menimbangnya secara adil, tdk perlu berdoa meminta padaNya untuk menghukum seseorang. Tdk pantas menghadap Allah dgn membawa dendam. Bukanlah seorang anak kecil yg merengek pd Allah untuk membalas sakit hati spt merengek kpd orang tua atau kakak untuk membalas sakit hati. Semua di selesaikan sendiri n merancang sendiri pembalasan dendam tanpa memperhitungkan Allah dlm soal membalas dendam.
Ayat2 diatas kuat mengingatkan bhw sampai balas dendampun hendaknya diserahkan pd Nya. Tapi bgmn jika Allah tdk bertindak? Kembali diingatkan Injil ttg penghakiman ( Matius 7:1-5 ).
Jikalau menghakimi seseorang maka akan dihakimi. Lebih parah lagi ukuran yg kita gunakan akan digunakan pula untuk menghakimi kita. Misalnya kalau seseorang bersalah lalu kita mencaci makinya, maka kita akan melakukan kesalahan yg sama, kita akan di caci maki. Dlm perikop itu dijelaskan bhw sering kita melihat selumbar dimata saudara2, tapi tdk melihat balok yg ada di mata sendiri.. Memang kerap begitu mudah untuk menghakimi seseorang, sebab merasa diri benar, bebas dari kesalahan, maka mudah menyalahkan.
PertanyaanNya, benarkah kita bebas dari kesalahan? Jelas tdk. Lalu mengapa menghakimi? Sebab dia menyakiti hatiku. Tuhan bertanya lagi, apakah kamu belom pernah menyakiti hati sesama? Lalu penghakiman apa yg tlh kamu terima?
Jelas disini kehilangan argumen, ya..mang kita semua tdk luput dari kesalahan, dan tdk pantas menghakimi dan merancang balas dendam.
Paulus mengatakan , bahwa pengampunan tdk cukup dgn tdk membalas dendam, melainkan lebih jauh adlh mulai mengasihinya kembali. Memang tdk bisa membuang kenangan yg menyakitkan, sebab apa yg telah tertanam di otak tdk mudah di buang begitu saja. Otak bukan hard disk computer, yg seperti file atau program yg bisa langsung didelete dan tdk ada bekasnya lagi. Hanya bisa menutup. Pengampunan selain menutup kesalahan juga mengandung pengharapan.
Suatu ilustrasi yg menceritakan asep, seorang anak jalanan yg sangat marah pd wandi, temannya sebab mencuri uangnya. Asep mengecam akan memukul dan memotong jari wandi jika bertemu nanti. Keesokan harinya wandi datang dgn wajah kuyu krn lapar. Melihat wajah wandi yg kuyu, asep langsung bertanya apakah wandi sudah makan atau belum? Ketika wandi mjwb belum, asep mengajaknya makan.
Suatu bentuk pengampunan yg sangat indah. Jika asep yg anak jalanan, tidak pernah membaca ajaran pengampunan kristiani, mampu melakuan hal itu..mengapa kita yg berpendidikan dan berjabatan tidak mampu melakuannya???
Matius 6:14
* Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang. Bapamu yg disorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu *
Gbu all….