Mencari pasangan idup
Dalam mencari pasangan idup acap kali kita dihadapkan dgn pertanyaan, "Sejauh manakah seharusnya kita mengkompromikan standar? Hal2 apa yg dpt kita kompromikan n hal2 apa yg tdk dpt kita kompromikan?"
Hal2 yg Tdk Dpt Kita Kompromikan:
-
Apakah ia sungguh2 mencintai Tuhan? Ini suatu masalah kepatuhan pada firman Tuhan, bkn masalah pilihan ato preferensi. Cintanya kepada Tuhan kan membuatnya lebih terbuka terhadap pimpinan Tuhan, mis tuk meminta maaf, untuk bermurah hati, untuk berkomitment n bertanggung jwb ma kita, n untuk hidup kudus dan benar.
-
Apakah ia sungguh2 mencintai kita? Bedakan antara ucapan dan perbuatan, mengatakan cinta tidak sama dgn mengorbankan diri demi cinta. Berapa relanya ia mendahulukan kepentingan kita di atas kepentingan hal n orang laen. Juga pantau perkembangan cintanya lewat proses waktu. Apakah cintanya makin luntur ato makin kuat? Apakah makin hari makin berharga kita diperlakukannya?
-
Penampilan fisik. Meski bisa dikompromikan namun mesti tetap ada unsur ketertarikan.
-
Pendidikan. Yg lebih penting drpd pendidikan adalah kesamaan minat n tingkat inteligensia. Ke2 hal ini akan mempengaruhi komunikasi dan pada akhirnya, keintiman.
-
Kekayaan. Yg lebih penting drpd kekayaan adalah kerajinan dan tanggung jawab.
-
Keromantisan. Yg lebih penting drpd keromantisan adalah persahabatan. Dapatkah kita berkata bhw dia adalah sahabat kita di atas fakta bhw dia adalah kekasih kita?
Prinsip Umum
-
Pilihlah yg terbae. Jangan terlalu mudah mengkompromikan nilai karena desakan orang, desakan usia, ato desakan pasangan sendiri. Hubungan dilanjutin pernikahan merupakan keputusan yg penting dan akan mempengaruhi idup kita untuk kurun yang panjang, jgn cepat2 menurunkan standar. Berikanlah yg terbae untuk diri sendiri.
-
Fokuskan bukan hny pd kuantitas kelemahannya tetapi juga kualitas kelemahannya. Lihatlah aspek yg buruk pada pasangan kita dan bertanyalah, "Seberapa buruknyakah hal itu?" Satu hal yang teramat buruk akan dapat merusakkan aspek positif lainnya.
Zo berpikirlah dgn jernih apakah kita telah memilih pasangan yg tepat? Yg terbae bg diri kita? Bila pasangan yg hny bt kita pucink,ga bs menbantu dlm dukungan apapun n hny merugikan kita, sebaeknya berpikir sejuta ribu kali sebelom melanjutkan ke pernikahan meskipun psgn secakep ato secogan apapun hehehe gt lhooooo
