Mencintai ato dicintai? sama2 mematikan…
|
Gue sadar..pertanyaan itu spt 2 ujung tombak yg sama. Membuat diri sapapun terdiam, berpikir lama.
Pertanyaan serupa pernah ditanyakan di siaran penyiar radio i-com kakkaa Dan ada seorang penyiar radio yg paling romantispun akhirnya mengakhiri siarannya dgn masih menyisakan big question ma hal ini. Aku ingin dicintai oleh org yg aku cinta. Mungkin…gak ada yg bilang gak mungkin. Tetapi jargon "Mencintai ato Dicintai?" lebih memiliki kekuatan yg besar sebelom akhirnya ke 2 hal itu bersatu. Katana.. Bukannya, mao so’ berpikir positif, tapi nurut gue bila kita tulus mencintai..cinta tdk akan sakit. Ternyata…. Teringat kan perkataan seorg teman bae, "mungkin kita mendapat pilihan ‘mencintai’ dulu..karena Tuhan mao kita belajar ikhlas. Sehingga bila tiba saatnya kita dicintai oleh ‘org yg tepat.." semuanya kan terasa lbh indah."
Lihat.. …
tulisan gue aja tdk menjawab pertanyaan gue sendiri.
Jadi…
mencintai ato dicintai?
Nurut gue sama2 mematekan…buehhhhhhhhhh
|