My Diari

Orang yg bijak mempelajari byk perkara drpd musuhnya sendiri,lebih baik tuk mengetahui kelemahan & kegagalan sendiri drpd menuding kesalahan kepada pihak lain.

Filed under: Uncategorized — brezeee at 2:23 am on Friday, October 13, 2006

Konsep Diri Manusia

Konsep diri merupakan cara seseorang memandang atau menggambarkan dirinya. Kita dapat memiliki gambaran yang baik dan menyenangkan tentang diri kita. Sebaliknya, kita juga bisa mempunyai gambaran yang buruk tentang diri sendiri.

Konsep diri merupakan bagian yang sangat penting dalam kepribadian dan hidup kita, karena selain menyangkut aspek pengetahuan, juga menyangkut aspek perasaan. Konsep diri menentukan bagaimana kita bereaksi atau menanggapi dunia di luar kita, dan menentukan juga sejauh mana kita puas dengan hidup kita.

Konsep diri sebetulnya relatif stabil, tapi tetap dapat berubah secara perlahan. Kita bisa mengubahnya seiring dengan berjalannya waktu. Jadi kita tidak harus terus-menerus tersiksa dan dibelenggu oleh gambaran diri yang buruk. Ketika gambaran diri kita semakin membaik, kita pun semakin mampu menghargai diri sehingga relasi kita dengan Tuhan dan orang lain pun semakin baik pula. Tapi sekali lagi proses ini membutuhkan waktu yang cukup panjang.

Dengan memiliki konsep diri yang baik, kita akan merasa diri berharga. Tidak sedemikian mudah lagi kita untuk kecewa dan kecil hati karena diremehkan dan dihina orang. Selain itu, kita pun tidak mudah dipatahkan oleh penderitaan. Dan karena merasa diri berharga, kita pun terdorong untuk lebih memperhatikan orang lain.

Konsep diri haruslah didasarkan pada pandangan yang objektif dan sehat sebagaimana yang diwahyukan Tuhan di dalam Alkitab. Dengan dasar ini, kita akan lebih mampu menghargai dan menerima diri, serta memiliki kehidupan yang lebih memuaskan di dunia ini.

Mazmur 8:4-6, "Jika aku melihat langit-Mu, buatan jari-Mu, bulan dan bintang-bintang yang Kautempatkan, apakah manusia sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya? Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat."

Filed under: Uncategorized — brezeee at 12:37 pm on Tuesday, October 10, 2006

Responsibility begin with me

Salah satu pertanyaan yg plg kusukain adalah :

Responsibility begin with me ato tanggung jawab dimulai dariku. Aku bertanggung jawab utk apa yg kupikirkan,katakan,n lakuan. Burung boleh terbang di langit,namun anda bisa menolak saat ia hendak bertengger di kepala anda. Orang bs memancingku utk bereaksi, namun aku yg memutuskan kpn n bagaimana responku. Anda bs memilih utk marah meledak2 ato menemuinya dgn sikap yg baik utk menyelesaikan persoalan. Anda dpt memilih utk menjadi korban keadaan ato bersikap proaktid dgn pandangan yg positif. Tidak memilih adalah sebuah pilihan jg, yaitu anda memilih utk diam, tdk perduli, tidak mao tao, ato tdk mao bertanggung jwb.

Saya tidak dpt mengubah org lain ttp saya dpt mempengaruhin org lain. Ada perbedaan yg sgt besar antara mempengaruhin dan mengubah. Mengubah bicara ttg usaha kita mengontrol org lain, n biasa na hal ini langsung mendapat penolakan. Mempengaruhi adalah menberikan input2 positif dlm kehidupan ssorg serta menberikan teladan baginya sehingga ia merasa ingin berubah ato perlu berubah krn melihat pentingnya berubah.

" Be not angry that you cannot make other as you wish them to be, since you cannot make yourself as you wish to be" Thomas A Kempis

Tindakan saya tidak didikte oleh emosi. Walau hati mendidih, kepala hrs tetap dingin, demikian kata org..he3x. Maksud na bagaimanapun keadaan emosi kita. tdk bole mengalahkan nilai idup, nalar n tindakan kita. Repotna, Hollywood mengajarkan sebalikna. Bila anda merasa benci ma ssorg, kejar n tembak die…koit donk..masuk bui…oiii ..Anda bs memilih, apakah bertindak atas dorongan hati ato prinsip yg abadi. Anda dpt jg memilih respon anda berdasarkan apa yg ada di dlm pikiran anda.

Mengakui ketidaksempurnaan saya bukan berarti saya adalah orang yang gagal. Ketidaksempurnaan bukanlah kegagalan. Ketidaksempurnaan adalah perjalanan menuju pertumbuhan. Kegagalan adalah keputusan utk berhenti. Ada sebuah keindahan dalam ketidaksempurnaan yaitu sebuah kesempatan utk bertumbuh.

" To succeed, it is necessary to accept the world as it is n rise above it " Micheal Korda

Filed under: Uncategorized — brezeee at 11:57 am on Monday, October 9, 2006

IT’s My Life

Aku sangat mencintai kehidupanku, temen2ku bae yg beneran tulus ato pun yg pura2 tulus. Karena aku percaya mereka belom mengenal bae ttg diriku mk tuh mereka tidak tao arti ketulusan. Masi buta dlm rohani maopun diri sendiri. Manusia yg mateng dlm segi rohani tidak kan menjelek2n Tuhan nya sendiri, ga kan menjelek2n agama org laen, ga kan menjelek2n kel nya sendiri, ga kan menjelek2n temen2 nya sendiri mao pun org laen. Didalam kehidupan ku, aku berusaha hal tuh ga kan terjadi di dalam setiap tapak langkahku. Namum ku sadar stp manusia ga jauh dr emosi n manusia tidak lah prefect. Bs secara tidak lgs menyinggung n melakuan kesalahan baik di sengaja maopun tdk sengaja, so I’m sorry…ada ga ya??? hehehehe n aku mengatur kehidupanku dgn bae, teguh, dgn pendirianku, dgn pandangan ku sendiri, n ga ada seorang pun yg berhak mencampurin kehidupan ku kecuali TUHAN n MY MOM. IT’s MY Life…so wat gitu lho..kakkakaaa…ciehhhhhhh

Apa yg aku lakuin, apa yg ku ucapin, apa yg kucetuskan, apa yg kutulis, apa yg telah ku paste dr sumber kutipan mana ( krn aku menghormatin sumber kutipan palage dr TUHAN - ALKITAB ), yg ku ketahuin, semua ku tuang dlm buletin dan blog.kalo ada yg salah ato tulisan2 yg menbuat anda tersinggung ato merasa kesindir wuah bukan salahku, krn yg baca bukan lo seorang hehehe..Tegasnya semua tulisanku tidak bermaksud menyindir pihak manapun. N tuh lah yg sebenarnya di dlm kehidupan real didlm manusia. Kehidupan ini kujumpain berbagai type manusia :

1.Type manusia yg berbobot ( wow bs mdktn sempurna deh) - Menghargain Tuhannya,ajaran NYa, Kel nya, temen2nya, orang2 di deketnya. Jd tidak sembarangan. Orang ini byk dijumpain di kalangan atas executive n profesional. Pembawaanya tenang, sopan, tegas.

2.Type manusia yg OKB (  OOn> Kaga <Briliant  jd setengah-setengah )- mungkin anda semua pernah menjumpain org spt ini di kehdpn anda. Orang spt ini bykn dijumpain di kalangan OKB ( orang kaya baru ). Bisa kadang dijadikan temen business n bisa jg jd temen yg menyenangkan ..depend.

3.Type manusia yg Borju ( Bego On Relatif JUmbo )- ini parah deh. Menjelekin Tuhannya, Ajaran Nya, kel sendiri, temen2 nya, orang2 sekitar nya. Orang spt ini utk menutupin kekurangannya ga ragu2 mencari kambing item ( nah neh musang berbulu domba or iblis muka angel ). Tapi akhir na jahhh ketaoan juga…hehhee….air beriak tanda tak dalem.

Seru ga baca na!!!

Jadi type manakah anda???

Kepada pengemar2 blog ku, thx banget dah kasi komen baik tulisan yg bener2 tulisan , bs jg berupa sindiran alus ato pedes hehehe semua nya ku terima hehhee.

Filed under: Uncategorized — brezeee at 9:48 pm on Saturday, October 7, 2006

Penerimaan dalam berpasangan

Apakah Anda sudah menerima pasangan Anda apa adanya? Periksa diri Anda. Jangan abaikan beberapa tanda2 bahaya yg perlu di perhatikan:

a.Saya mengalami kesulitan untuk memuji pasangan saya.

b.Saya kadang menbandingkan dia dgn orang lain.

c.Ada bbrp hal yg saya ingin rubah dalam diri pasangan saya.

d.Kadang saya berpikir bahwa ada yang kurang dalam hubungan kami.

Kunci nya adalah Terima lah / Penerimaan. Bila tidak memulai penerimaan, kita terseret dlm dunia khayal, spt sebuah black hole yg gelap. Kita terhisap semakin dalem. Khayalan di awal hubungan yg tidak terpenuhi berubah menjadi kekecewaan.

Kekecewaan terjadi ketika ssorg ( anda ato pasangan anda) gagal memenuhi harapan pasangannya. Kekecewaan bertumpuk menjadi kemarahan yg terpendam. Kemarahan yg tidak terselesaikan akan menjadi kepahitan dalam hati. Kepahitan melahirkan kebencian, dan berakhir dengan memutuskan hubungan ( apabila sampai ke tahap pernikahan alhasil akan menghadapin tahap perceraian).

Arti dari menerima:

*Menerima berarti berhenti berusaha mengubahnya

*Menerima berarti berhenti mengkritik dan mengomel

*Menerima berarti belajar bertoleransi terhadap kesalahan & kelemahannya.

*Menerima berarti menyadarin bahwa ia bukan orang yg sempurna, spt juga aku tidak sempurna.

*Menerima berarti mengasihnya dgn kasih yg tidak mengharapkan kembali,sebuah kasih tanpa syarat :

Kasih itu sabar…kasih itu murah hati…kasih tidak cemburu…kasih tidak sombong…kasih tidak melakuan yg tidak sopan…kasih tidak mencari keuntungan diri sendiri…kasih tidak pemarah,n tidak menyimpan kesalahan orang lain…kasih tidak bersuka cita karena ketidakadilan, tetapi karena kebeneran…kasih menutupin segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu…kasih sabar menanggung segala sesuatu…kasih tidak akan berakhir.

Penerimaan akan menberikan rasa aman. Rasa aman merupakan langkah pertama menuju pintu pengharapan. Pengharapan menbuat seseorang bertindak dan berusaha dgn sekuat tenaga untuk menberikan yang terbaik.

Penerimaan menbuka jalan untuk perubahaan, tetapi kritikan menutup pintu itu rapat2. Permulaan penerimaan yg tulus adalah penghargaan. Menghargai bahwa ia memang diciptakan berbeda dengan kita. Menghargai bahwa ia telah berusaha dengan baik, walaupun tidak sempurna. Menghargain bahwa ia diciptakan oleh tangan Yang Kuasa sebagai hasil karya-Nya. Penghargaan kepada orang lain merupakan pengakuan kita kepada-Nya.

Tidak ada penerimaan tanpa rasa puas. Dan tidak ada rasa puas tanpa rasa syukur. Perasaan puas mengatakan ,

" Saya mensyukurin apa yg saya miliki, sebagai pemberian dari-Nya dan menerimanya dengan suka cita"

Karena, tak ada seorang pasangan yg dapat memenuhi, memuaskan semua harapan serta kebutuhan pasangannya. Dan tiada seorangpun yang akan sesuai dengan tokoh idola pasangan kita serta tiada juga yang mirip dengan pujaan kita ato pasangan kita.

" No human relation gives one possession in another..every two souls are absolutely different. In friendship and in love, the two side by side raise hands together to find what one cannot reach alone ". ( Khalil Gibran )

" Man is the only creature that refuses to be what he is " ( Albert Camus )

Kesimpulannya : TERIMA SAJA!!!!!

Filed under: Uncategorized — brezeee at 11:22 am on Thursday, October 5, 2006


Kemarahan

Pandangan kita seharusnya sebagai seorang kristen tentang kemarahan:

  1. Kita mesti menyadari bahwa kemarahan itu sendiri adalah suatu reaksi emosional dan tidak harus identik dengan dosa. Cara kita melampiaskan kemarahan itulah yang bisa akhirnya membuahkan dosa.

    Efesus 4:26, Firman Tuhan berkata: "Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa." Jadi dosa adalah sewaktu kemarahan kita yang kita ekspresikan itu benar-benar akhirnya menghina orang, menjatuhkan, merusakkan orang. Jadi batasnya adalah di situ, kemarahan yang kita ekspresikan itu reaksi yang natural, tapi kemarahan yang kita ekspresikan akhirnya bertujuan untuk mencabik-cabik orang atau menghina orang itu melewati batas dan akhirnya membuahkan dosa.

    Kemarahan diidentikkan dengan tingkat kematangan rohani, kita beranggapan bahwa orang yang mudah marah adalah orang yang tidak dewasa secara rohani. Tapi sebetulnya tidak sesederhana itu. Kita akan melihat masalah marah dari berbagai sudut dan melihatnya sebagai fenomena yang kompleks.

  2. Kita mesti mengerti kenapa sebagian orang lebih mudah marah dibandingkan yang lainnya atau kenapa sebagian orang lebih susah marah dibandingkan orang yang lainnya. Hal ini karena:

    1. Adanya pengaruh dari faktor biologis atau faktor fisik kita. Seseorang yang reaktif akan mudah bereaksi termasuk dalam hal kemarahan.

    2. Faktor bentukan lingkungan, jadi kalau kita melihat orangtua kita menyatakan ketidaksetujuannya melalui kemarahan dan kita menyaksikan ini berulang-ulang kali kemungkinan besar metode penyampaian ketidaksetujuan dengan kemarahan itu akan terekam dalam benak kita dan akan menjadi satu dengan sistem kita.

    3. Pengaruh kehidupan masa kecil kita atau masa lampau kita, misalnya yang dibesarkan di dalam rumah yang penuh dengan pertengkaran atau dia adalah korban penganiayaan baik secara emosional maupun secara fisik atau pun seksual dll. Akhirnya anak bertumbuh besar dengan menyimpan banyak dengki, kemarahan dan akhirnya mudah meledak pada saat sudah besar. Sebab hatinya sudah tergenangi oleh emosi marah, sehingga apapun yang terjadi yang menyinggung perasaan dia, reaksinya adalah langsung meledak dan tak bisa dia kuasai dengan mudah.

    4. Situasi kehidupan kita sekarang ini, jadi lepas dari yang dulu dan yang hormonal, yang sekarang ini pun bisa membuat kita menjadi seorang yang pemarah. Contoh: keadaan yang kita alami sekarang ini krisis ekonomi, keadaan politik yang tidak menentu ini sangat menekan kita

Waktu kita bekerja di sekeliling orang yang mudah marah pun bisa mempengaruhi kita yaitu:

  1. Mempengaruhi sekali cara kita bereaksi, jadi tanpa disadari cara bereaksi yang mudah marah itu akhirnya menjadi metode kita juga menyatakan diri.

  2. Menaikkan suhu atau temperatur emosi kita sendiri.

Apa yang bisa kita lakukan, pada saat kita marah supaya tidak menyakiti orang lain:

  1. Metode assertive, bahasa Inggrisnya to assert. Menyatakan diri atau menyatakan sikap.

  2. To be assertive adalah bagaimana kita menyampaikan pikiran atau isi hati kita dengan jelas tapi tidak dengan agresif.

  3. Peristiwanya. Contoh menghadapi sikap seseorang terhadap tugasnya. Ada 3 pilihan pertama, mengumbar amarah kita dan kita maki-maki dia, kedua adalah pasif-egresif artinya sebetulnya marah tapi kita menggunakan cara yang tidak langsung untuk menekan atau menyerang dia. Ketiga idealnya adalah assertive yaitu kita hampiri dia dan berkata kita mulai dengan saya, kemudian perasaan saya.

Efesus 4:26 berkata: "Apabila kamu menjadi marah, jadi dengan langsung Alkitab atau Tuhan mengakui bahwa kita akan marah, dan marah adalah bagian kehidupan manusiawi kita yang tidak perlu kita ingkari. Tapi memberikan 3 pedoman yaitu: jangan berdosa, jangan matahari terbenam sebelum padam amarahmu, terakhir jangan berikan kesempatan kepada iblis.

Filed under: Uncategorized — brezeee at 7:26 am on Wednesday, October 4, 2006

Dashyat nya kata-kata

"Kata-kata itu membentuk semacam tali yang di dalam tali itu seseorang mengaitkan dan mengikatkan pelbagai pengalamannya." (Anthony Robbins)

Seberapa banyakkah kata yang biasanya Anda gunakan untuk menggambarkan perasaan Anda, entah perasaan itu Anda ekspresikan kepada orang lain atau kepada diri Anda sendiri? Seberapa banyakkah kata yang bisa Anda tuliskan sekarang, berkaitan dengan emosi Anda? Seberapa banyak?

Kebanyakan orang hanya memiliki kira-kira selusin kata, mungkin paling banter dua puluh kata, untuk menggambarkan emosi-emosi mereka yang konsisten mereka alami. Dan dari semuanya itu, biasanya separuh darinya–atau mungkin lebih–merupakan kata-kata yang menunjukkan emosi negatif.

"Kata-kata itu bisa mendatangkan penyakit. Kata-kata itu bisa mematikan! Oleh karena itulah para dokter yang bijaksana sangat berhati-hati dalam berkomunikasi."
(Dr. Norman Cousins)

Apakah hanya dokter yang berhak berhati-hati dalam berkomunikasi? Apakah hanya dokter yang cara berkomunikasinya buruk yang dapat mematikan seseorang?

Bukankah kita, kita sebagai manusia biasa, juga dapat "membunuh" seseorang lewat bahasa komunikasi yang kita gunakan?

Bukankah kita kadang memarahi orang di tempat yang tak semestinya kita marah?

Bukankah kita, kadang, menyindir seseorang dengan bahasa yang sudah dihaluskan namun tajamnya masih setajam pisau bedah?

Bukankah, lewat kata-kata pula, kita masih sering "membunuh" semangat orang lain yang ingin bangkit?

Dan bukankah kita sendiri kadang menggunakan kata-kata yang buruk untuk menunjukkan diri kita?

Kata-kata itu–dalam kosakata bahasa Inggris–memang dapat berubah wujud menjadi "pedang". Coba pindahkan huruf "s" di kata "words" ke depan. Anda akan menemukan sebilah pedang yang keluar secara cepat dari himpunan kata tersebut.

Anthony Robbins menulis,

"Ketika Anda menggunakan bahasa perlambang, Anda tidaklah sedang menggambarkan pengalaman Anda yang sesungguhnya, melainkan Anda sedang menunjukkan kepada orang lain tentang bagaimana Anda merasakannya."

Filed under: Uncategorized — brezeee at 6:45 am on Wednesday, October 4, 2006

The Meaning of Love

Pada waktu saya di thailand, saya pernah membaca sebuah article tentang "chemistry of love". Menurut pengamatan ilmiahwan, seseorang fall in love with another one itu dikarenakan reaksi kimia yg terjadi dalam tubuh manusia.

Pada awal percintaan, jika mereka saling merasa rindu walaupun baru berpisah satu hari, itu adalah akibat dari reaksi kimia dalam tubuh. Zat kimia dalam tubuh mereka sudah terbiasa menghirup bau pasangannya, sehingga mereka merasa tidak nyaman kalo tidak ada bau itu, entah itu bau rambut karena shampo yg dipakenya, ato parfum dll.

Tetapi kalo hanya berdasarkan reaksi kimia dalam tubuh, banyak pasangan yg setelah bersamaan 2 ato 3 tahun pasti berpisah karena zat dalam tubuhnya sudah beradaptasi dan tidak ada lagi bercik2an kimia itu. Maka itu, utk pernikahan yg kekal selain reaksi kimia harus juga ditanamkan rasa kasih sayang from mind, heart, komunikasi dan pengertian.

Ketika Tuhan terasa jauh

Filed under: Uncategorized — brezeee at 2:33 am on Tuesday, October 3, 2006

Richard Foster dikenal dengan bukunya Money and Power mengisahkan perjalanan kehidupan rohaninya. Ketika dia merasakan Tuhan meminta dia untuk selama waktu yang tak ditentukan meninggalkan pelayanannya, sementara saat itu dia adalah seorang dosen di sebuah sekolah dan terlibat dalam banyak pelayanan. Jadi yang Tuhan minta untuk dia lakukan adalah sesuatu yang sangat-sangat mencemaskan. Dia memanggil pengalaman ini sebagai pengalaman gurun pasir. Yang dikatakan Foster bahwa di dalam hidup kerohanian itu tidak selalu Tuhan akan menyatakan diri-Nya seperti seorang ayah yang langsung menyelamatkan anaknya sewaktu anak berseru minta tolong kepada dia. Justru pada masa di gurun pasir inilah kita akan merasakan kesendirian, tidak berarti Tuhan meninggalkan kita, namun Tuhan itu sunyi. Inilah yang dia saksikan setelah dia melewati masa gurun pasir, yakni dia merasakan bahwa dia sekarang bergantung kepada Tuhan dengan cara yang sangat berbeda. Yang ditekankan Foster, untuk kita bisa semakin dewasa, kita perlu melewati masa gurun pasir. Dan dalam pengalaman gurun pasir itulah dia mengatakan kita akan bergantung kepada Tuhan dengan cara yang sangat berbeda, karena tidak ada lagi yang bisa kita gantungkan, buatan tidak kita lihat, pemberian tidak juga kita terima, jadi kita hanya bisa bergantung sepenuhnya pada individu Tuhan.

Matius 4:1, "Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis." Yesus dibawa Roh Allah ke padang gurun, dengan kata lain bahwa Allahlah yang menghendaki untuk masuk ke dalam gurun pasir, memang tujuannya adalah Allah menuntut Yesus ke padang gurun supaya dicobai Iblis. Kadangkala ini akan terjadi pada diri kita pula, Tuhan akan dengan sengaja dalam rencana Tuhan membawa kita ke padang gurun, di mana kita akan sendirian tidak ada lagi orang-orang seiman yang bisa menguatkan kita, tidak ada lagi pembimbing rohani kita yang bisa mengingatkan kita untuk terus datang kepada Tuhan dan kuat dalam Tuhan. Dan nggak ada lagi perbuatan Tuhan yang bisa kita saksikan dan tidak ada lagi suara Tuhan yang bisa kita dengar dan benar-benar kita merasakan kesunyian yang luar biasa. Hal ini supaya kita melihat Tuhan bukan si pemberi berkat, sebagai Tuhan yang sepertinya murah hati, melimpahkan kepada kita pemberian-pemberian-Nya tapi kita akan menatap Tuhan dengan mata yang lain bahwa Dia adalah Tuhan yang mengasihi kita yang agung dan yang mulia yang tidak bisa kita mengerti, tapi kita bisa sandarkan diri kita sepenuhnya kepada Dia.

Dan dalam masa ini pula, kita bisa melihat apa yang memotivasi seseorang mengikut Tuhan, di sini benar-benar motivasi manusia dimurnikan. Foster akhirnya benar-benar mengalami kemenangan, suatu pembaharuan, melihat Tuhan dan berhubungan dengan Tuhan dengan cara yang sangat lain, dengan cara yang sangat berbeda. Karena di situlah dia mengenal Tuhan dengan matang sekali.

Corrie ten Bom seorang berkebangsaan Belanda, yang terpanggil menyembunyikan orang Yahudi yang sedang dikejar-kejar oleh tentara Jerman, yang akhirnya tertangkap basah oleh Jerman dan dimasukkan ke penjara. Kakak, ayah, kakak iparnya pun masuk penjara dan mati dalam penjara. Suatu hari dia harus melihat kakaknya disiksa dan sengsara luar biasa dan itu sangat menusuk hatinya. Corrie ten Bom tetap memegang Tuhan walaupun pada saat itu benar-benar tidak bisa melihat Tuhan hadir di penjara-penjara yang disebut ‘Consentration Camp’ di mana orang Yahudi dimasukkan di kamar gas dan dimatikan oleh tentara Jerman. Corrie ten Bom tetap berpegang pada Tuhan, dia tetap tidak melepaskan Tuhan meskipun fakta seolah-olah justru menentang adanya Tuhan pada saat itu.

Apa yang perlu kita lakukan untuk menyiapkan diri masuk dalam padang gurun?

  1. Yang paling penting adalah kita dekat dengan Tuhan, membaca Firman-Nya, menekuninya, mencoba mentaati Tuhan dan kita tidak usah memikirkan kapan Tuhan akan menempatkan kita di pengalaman gurun pasir. Sebab itu adalah kehendak Tuhan dan hak Tuhan, biarkan Tuhan yang tentukan.

Matius 4:11, "Lalu Iblis meninggalkan Dia." Jadi yang saya tekankan bahwa peristiwa itu akan lewat apapun yang menimpa kita akan lewat, dalam hal Tuhan Yesus memang pencobaan Iblis dan lihat Malaikat-malaikat datang melayani Yesus. Jadi kalau kita melewatinya maka Tuhan akan datang kepada kita benar-benar melimpahkan pelayanan-Nya kepada kita kembali, sebab di situlah kita bersukacita merayakan kemenangan itu.

Filed under: Uncategorized — brezeee at 4:46 pm on Sunday, October 1, 2006

Menyalahkan Orang

Ada sebagian orang yang memiliki kebiasaan buruk menyalahkan orang. Mengapakah demikian dan bagaimana menolongnya agar tidak menyalahkan orang?

  • Menyalahkan orang adalah jalan pintas untuk lepas dari tanggung jawab dan konsekuensi perbuatan sendiri. Itu sebabnya jauh lebih mudah menyalahkan orang; kita dapat hidup tanpa beban.
  • Menyalahkan orang mudah muncul dalam diri orang yang hidup dalam bayang-bayang ancaman. Pada masa lampau atau sekarang ia hidup dalam ketakutan bahwa kesalahannya akan berakibat buruk; akhirnya ia mengembangkan kebiasaan untuk menyalahkan orang agar tidak harus menanggung hukuman berat yang menantinya.
  • Menyalahkan orang juga sering timbul pada diri orang yang tidak memiliki penghargaan diri yang baik. Ia merasa tidak aman dengan pemikiran dan keputusannya sendiri; daripada salah, lebih baik ia bergantung pada orang lain sehingga jika ada kekeliruan, ia dapat terbebas dari tanggung jawab. Ia tinggal menyalahkan orang yang telah mengambilkan keputusan untuknya.
  • Menyalahkan orang juga biasanya merupakan bagian dari orang yang penuh kemarahan. Kemarahan kepada orang berarti memusatkan fokus perhatian pada orang lain; itu sebabnya orang yang penuh kemarahan tidak dapat melihat dirinya. Ia hanya melihat orang lain dan tidak melihat kekurangannya sendiri.

Bagaimana menolongnya?

  • Bagi orang yang inginnya hidup tanpa beban dan santai, kita perlu meletakkan kesalahan di pundaknya tanpa ragu. Dengan kata lain, ia perlu belajar hidup susah.
  • Bagi orang yang hidup dalam ketakutan, kita perlu meyakinkannya bahwa kita tidak akan menghukumnya bila ia berkata jujur dan mengakui perbuatannya.
  • Bagi yang inginnya bergantung pada orang lain karena tidak percaya diri, kita perlu membimbingnya agar ia melihat kekuatan dan kesanggupannya. Biarkan ia pertama-tama belajar mengakui kesanggupannya, barulah setelah itu ajarkan dia untuk mengakui kekeliruannya.
  • Bagi yang penuh kemarahan, ia perlu mengalamatkan kemarahannya secara tepat sehingga ia tidak lagi membabi buta melampiaskan kemarahannya. Kemudian ajak dia untuk melihat dari sisi orang lain dan merasakan apa yang orang rasakan.
  • Sejak dari awal, manusia telah menyalahkan orang: Adam menyalahkan Hawa, Hawa menyalahkan Iblis. Manusia dewasa adalah manusia yang dapat mengakui perbuatannya. "Bayarlah kepada semua orang apa yang harus kamu bayar . . ." (Roma 13:7).
« Previous Page