Kejujuran
Kejujuran
“Berliku-liku jalan si penipu, tetapi orang yg jujur lurus perbuatannya” (Ams. 21:8).
Seorang ibu mampir di kios penjual daging tuk membeli ayam. Penjual mengambil ayam terakhir dr dalam tong lalu nimbang, blg ke ibu itu beratnya. Ibu merasa ayam nya kegendutan. Penjual memasukkan ayam itu ke tong n mengambilnya lagi seolah-olah itu ayam yg lain trs nimbang n berkata, “Ayam ini lebih berat ½ kg dari ayam tadi.” Ibu itu berpikir sebentar n berkata, “Baiklah, saya mau beli kedua2nya.” Nah, lho!Mampus kan!!!
Kebohongan jarang melepaskan kita dr masalah, sebaliknya kebohongan sering kali menempatkan kita pd situasi yg sulit sehingga kita perlu merancang kebohongan lain utk mempertahankan kebohongan yg sebelumnya.
Yakub terkenal sbg pembohong ulung yg berhasil mengecoh kakak n ayahnya. Awalnya ia bisa meraih kesuksesan dgn kebohongannya. Namun orang yg menabur pasti kan menuai. Yakub kemudian bertemu Laban dan bekerja padanya. Di situlah ia kena batunya. Laban menipu Yakub dlm hal upah yg ia terima n perempuan yg kan ia peristri. Bukannya memberi Rahel, Laban malah memberi Lea spy Yakub mau bekerja 7 tahun lagi padanya. Namun melalui pergumulan pribadi dgn Tuhan, kaki Yakub yg sering dipakai utk menjerat dilumpuhkan. Namanya pun diganti menjadi Israel, pangeran Allah.
Kebohongan tidak pernah bisa menyelesaikan masalah. Hanya kejujuranlah yg kan membuat kita mampu keluar sbg pemenang. Ingatlah selalu!!!! Orang yg jujur jalannya pasti kan mujur hidupnya. (Stef)
Tuhan, ampuni kalo selama ini kami memandang kebohongan sbg senjata jitu tuk melepaskan kami dari masalah. Ajarin kami tuk selalu berkata jujur. …..amin