NYESEL???
PERNAH menyesal? Merasa percuma? Memang. Hanya menyesal memang percuma. Karena yang lebih penting adalah memperbaikinya.Siapa sih yang enggak pernah menyesal? Ada saja hal-hal yang bisa bikin kita menyesal setengah mati. Bayangkan, bagaimana enggak menyesal kalau sebenarnya ada banyak hal yang bisa kita lakukan seandainya kemarin kita buang waktu. Kita menyesal karena kurang optimal hingga kemampuan kita hanya begini-begini saja, padahal sebetulnya kita bisa lebih. Atau kita menyesal karena sudah melakukan sesuatu yang tidak seharusnya
Kenapa semua ini bisa terjadi? Kenapa penyesalan selalu datang terlambat? Klise banget ya ngomongin soal ini. Dampak buruk dari apa yang kita lakukan saat ini biasanya enggak pernah kita hitung. Ini terjadi karena ternyata kita lalai. Kelalaian yang sederhana begini ini yang akhirnya sering membuat kita kelimpungan
Kalau dirunut lebih jauh lagi ke belakang, ini semua terjadi karena ternyata kita tidak disiplin. Ada banyak hal yang ternyata mengganggu dan mengalihkan perhatian dari semua hal yang seharusnya menjadi pusat perhatian kita.
Gangguan-gangguan ini ternyata sanggup mengalahkan diri kita, membuat kita jadi tergoda dan akhirnya malah membuat kita melenceng dari yang seharusnya. Misalnya saja, saat muncul godaan-godaan itu, yang ada dalam hati kita malah penyangkalan dan pembenaran atas apa yang seharusnya kita lakukan meskipun kita tahu itu tidak seharusnya kita lakukan.
Salah enggak sih? Ya salah. Sedih enggak? Ya sedihlah.… Tapi kita kan enggak bisa terus-menerus bersedih. Walaupun penyesalan selalu datang terlambat, tapi bukan berarti kita boleh sedih sepanjang masa.
Namanya juga manusia. Pasti pernah bikin kesalahan. Jadi, melakukan kesalahan itu normal. Menyesal belakangan juga normal. Tapi, menjadi tidak normal ketika kita terlalu tekun menikmati penyesalan itu tanpa memikirkan jalan keluarnya. Tanpa bertekad untuk tidak mengulangi untuk yang kedua kalinya.
Tahu enggak, pada saat kita dihadapkan pada tawaran ngawur hal terberat yang perlu dilawan adalah diri sendiri. Karena kita yang paling tahu diri kita, maka kita jadi punya super banyak alasan untuk membenarkan apa yang kita lakukan. Kita jadi lupa pada rencana-rencana kita.
Alasan-alasan nakal yang kita buat sendiri inilah yang bikin kita menyesal nantinya. Ngaku deh, pasti pada saat kita sibuk berargumentasi pada diri sendiri saat akan melakukan kesalahan, hati kecil bilang, Jangan! Tapi kita jalan terus.
Semua sudah terjadi. Apa pun yang kita lakukan, kesalahan tetap kesalahan. Kita tidak akan pernah bisa mentolerir semua bentuk kesalahan yang sudah kita lakukan. Lantas apa dong yang bisa kita lakukan?
Terima dan akui bahwa kita memang melakukan kesalahan.
Kenali dan sadari apa kesalahan kita. Ini membantu kita untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama lagi.
Wake up, guys! Kesalahan yang telah lalu jangan jadi penghalang untuk memberi yang terbaik dari yang bisa kita berikan!
Tetapkan tujuan dan mulai melangkah dengan optimistis.
So, guys… bukan berarti kita jadi melegalkan semua kesalahan kita, lho. Semua yang salah tetap salah. Hanya saja kita harus punya keberanian untuk menatap hari esok, jangan terlalu lama menghabiskan waktu untuk sekadar menyesali semua kelalaian kita.
Yang penting kemudian adalah bagaimana kita bisa memanfaatkan pengalaman-pengalaman ini untuk mengembangkan diri menjadi diri yang lebih baik dalam hal pengendalian disiplin diri. Kalau kita bisa terpacu untuk menjadi lebih baik, pastinya tidak ada masalah yang tidak bisa kita atasi, bukan?
Sebenarnya semua godaan yang kita alami setiap hari itu membuat hidup kita lebih indah. Kalau kita berhasil mengatasinya, kita bakal jadi manusia hebat. Sepuluh tahun ke depan, dunia ini akan jadi lebih baik karena berisi orang-orang hebat.